METRO – Jumat, 6 Februari 2026, menjadi momentum penting bagi perjalanan Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Muhammadiyah (UM) Metro. Memasuki usia hampir dua tahun sejak pertama kali didirikan, FK UM Metro kini tengah bersiap melompat lebih tinggi melalui penguatan standar mutu akademik.
Ketua Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UM Metro bersama tim anggota secara khusus turun lapangan untuk meninjau langsung kesiapan borang akreditasi dua program studi sekaligus: Prodi Kedokteran Program Sarjana dan Prodi Pendidikan Profesi Dokter.
Sejak berdiri dua tahun lalu, FK UM Metro telah melewati fase rintisan yang penuh tantangan. Kini, peninjauan borang akreditasi bukan lagi sekadar pemenuhan syarat administratif, melainkan sebuah refleksi atas kualitas pendidikan medis yang telah berjalan.
Ketua LPM UM Metro menjelaskan bahwa dalam kurun waktu dua tahun ini, banyak dinamika yang terjadi di lapangan. Oleh karena itu, sinkronisasi antara praktik pembelajaran harian dengan dokumen formal akreditasi menjadi prioritas utama.
"Dua tahun adalah waktu yang cukup untuk membuktikan konsistensi. Hari ini kami memotret kembali setiap sudut kesiapan kita, mulai dari rasio dosen dan mahasiswa, kualitas riset kedokteran, hingga bagaimana standar pelayanan di rumah sakit pendidikan kita dijalankan," ujar Ketua LPM di sela-sela peninjauan.
Dalam suasana yang dinamis namun tetap serius, tim LPM menyisir Delapan kriteria borang akreditasi. Diskusi hangat sempat terjadi saat membahas integrasi teknologi medis terbaru ke dalam kurikulum yang telah berjalan selama tiga semester terakhir.
Beberapa aspek yang menjadi sorotan dalam peninjauan ini meliputi:
- Evaluasi Kurikulum Berkelanjutan: Sejauh mana kurikulum kedokteran UM Metro mampu beradaptasi dengan kebutuhan kesehatan masyarakat di Provinsi Lampung.
- Sarana Prasarana Laboratorium: Memastikan laboratorium kedokteran tetap dalam kondisi prima dan mengikuti standar laboratorium medis modern.
- Kesiapan Tahap Profesi: Mengingat usia fakultas yang hampir mencapai dua tahun, persiapan transisi mahasiswa dari tahap sarjana menuju tahap profesi dokter (koas) menjadi fokus krusial yang dibedah oleh tim LPM.

Pihak Fakultas Kedokteran UM Metro menyambut positif asistensi ketat dari LPM. Peninjauan ini dianggap sebagai "vitamin" untuk memperkuat stamina tim borang dalam menghadapi visitasi lapangan yang akan datang.
"Kami tidak ingin sekadar 'lulus' akreditasi. Kami ingin menunjukkan bahwa dalam dua tahun ini, FK UM Metro telah membangun ekosistem pendidikan kedokteran yang sehat, berkarakter, dan kompetitif," ungkap salah satu anggota tim pengelola FK.
Dengan semangat kolaborasi ini, UM Metro optimis bahwa status akreditasi yang akan diraih nantinya akan menjadi kado terindah bagi milad fakultas sekaligus mempertegas posisi UM Metro sebagai salah satu pencetak dokter tangguh di Indonesia.

