Berita

Admin 19 December 2025

Fakultas Kedokteran UM Metro Gelar Ujian OSCE: Uji Kompetensi Klinis Mahasiswa (Calon Dokter)

METRO – Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Metro (FK UM Metro) kembali menyelenggarakan Objective Structured Clinical Examination (OSCE) bagi mahasiswa Angkatan 1 dan Angkatan 2 pada 17–18 Desember 2025.  Kegiatan ini berlangsung di lingkungan Fakultas Kedokteran UM Metro dan menjadi salah satu tahapan penting dalam evaluasi keterampilan klinis mahasiswa kedokteran.

OSCE merupakan metode ujian praktik yang dirancang untuk menguji kemampuan mahasiswa secara menyeluruh, mulai dari keterampilan klinis, komunikasi dengan pasien, hingga sikap profesional sebagai calon dokter. Dalam pelaksanaannya, OSCE ini terdiri dari enam station dengan berbagai skenario kasus medis. Setiap station menilai kemampuan mahasiswa.

Pelaksanaan OSCE berjalan sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku, sehingga proses penilaian dapat berlangsung secara objektif dan adil.

Apa itu Ujian OSCE?

Berbeda dengan ujian tulis konvensional, OSCE adalah metode evaluasi yang dirancang untuk menguji performa klinik secara objektif. Mahasiswa diharuskan melewati beberapa "stase" atau pos ujian, di mana pada setiap pos mereka akan menghadapi skenario kasus medis tertentu.

Di setiap stase, mahasiswa diuji kemampuannya dalam:

Anamnesis: Teknik wawancara medis kepada pasien.

Pemeriksaan Fisik: Prosedur pemeriksaan tubuh pasien secara sistematis.

Keterampilan Prosedural: Seperti menjahit luka, pemasangan infus, atau teknik medis lainnya.

Edukasi & Komunikasi: Cara menyampaikan informasi medis kepada pasien dengan empati dan bahasa yang mudah dipahami.

Dekan FK UM Metro (dr. Windi Pertiwi, MMR.) menyampaikan bahwa pelaksanaan OSCE ini dilakukan dengan pengawasan ketat dan melibatkan penguji (dosen/dokter spesialis) yang kompeten. "Kami berkomitmen melahirkan dokter yang tidak hanya cerdas secara teori, tetapi juga cekatan dan humanis saat menangani pasien secara langsung," ujarnya.

Dalam ujian ini, FK UM Metro juga menggunakan pasien standar (aktor yang dilatih menjadi pasien) untuk menciptakan simulasi situasi medis yang mendekati kenyataan. Hal ini bertujuan agar mahasiswa terbiasa menghadapi berbagai karakter pasien di lapangan nantinya.

Pelaksanaan OSCE ini menjadi salah satu syarat penting bagi mahasiswa untuk melanjutkan ke tahap pendidikan profesi (koas). Dengan fasilitas laboratorium yang lengkap dan standar evaluasi yang mengacu pada standar nasional, FK UM Metro terus berupaya meningkatkan kualitas lulusannya demi kemajuan pelayanan kesehatan di Indonesia, khususnya di wilayah Provinsi Lampung.