Berita

Admin 26 February 2026

FK UM Metro Percepat Langkah, Gandeng Dr. Dr. Ekorini Listiowati, MMR. Persiapkan RS Pendidikan Utama

FK UM METRO, 26 Februari 2026 – Suasana Aula Rumah Sakit Umum (RSU) Muhammadiyah Metro nampak berbeda pagi ini. Jajaran pimpinan Universitas Muhammadiyah (UM) Metro dan jajaran direksi rumah sakit berkumpul dengan satu visi besar: mematangkan langkah menjadikan RSU Muhammadiyah Metro sebagai Rumah Sakit Pendidikan Utama bagi Fakultas Kedokteran UM Metro.

Agenda krusial ini dikemas dalam bentuk pendampingan intensif yang dipandu langsung oleh pakar manajemen rumah sakit dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Sekaligus sebagai Sekretaris MPKU PP Muhammadiyah, Dr. dr. Ekorini Listiowati, MMR.

Sinergi antara kampus dan rumah sakit ini dipertegas melalui sambutan hangat dari kedua pimpinan lembaga.

Direktur RSU Muhammadiyah Metro, dalam sambutannya, menyatakan kesiapan penuh rumah sakit untuk bertransformasi.

"Kami menyadari bahwa status RS Pendidikan Utama akan membawa tanggung jawab yang lebih besar. Namun, kami sangat optimis. Dengan bimbingan Dr. dr. Ekorini, kami terus membenahi infrastruktur, sumber daya manusia, hingga sistem manajemen agar layak menjadi laboratorium hidup bagi mahasiswa FK UM Metro. Kami ingin lulusan dari sini memiliki etika klinis yang kuat sekaligus empati tinggi khas Muhammadiyah," ujarnya.

Senada dengan hal tersebut, Rektor UM Metro menyampaikan bahwa pencapaian ini adalah bagian dari peta jalan universitas menuju keunggulan kompetitif.

"FK UM Metro adalah permata bagi universitas ini. Kehadiran kita di sini hari ini adalah bukti komitmen kami untuk tidak main-main dalam mencetak dokter. Kami ingin memastikan bahwa ketika mahasiswa kami turun ke rumah sakit, mereka berada di lingkungan yang memiliki standar akademik dan layanan terbaik. Terima kasih kepada pihak rumah sakit yang telah berjalan beriringan dengan kami," ungkap Rektor dengan penuh rasa bangga.

Pendampingan ini bertujuan untuk memastikan RS Umum Muhammadiyah Metro memenuhi seluruh instrumen standar nasional sebagai RS Pendidikan Utama. Dr. dr. Ekorini dalam paparannya menekankan bahwa transformasi menjadi RS Pendidikan bukan sekadar masalah administratif, melainkan penguatan budaya akademik di lingkungan klinis.

Dalam sesi pendampingannya, Dr. dr. Ekorini menekankan bahwa RS Pendidikan Utama adalah jantung dari ekosistem kedokteran. Ia membedah satu per satu instrumen akreditasi dengan bahasa yang lugas namun memotivasi.

"Rumah sakit pendidikan bukan hanya tempat mahasiswa 'menonton' praktik dokter. Ini adalah tempat di mana pelayanan, penelitian, dan pendidikan menyatu tanpa saling mengganggu. Tantangannya adalah bagaimana menjaga keselamatan pasien tetap di angka 100% sembari memberikan ruang belajar yang ideal bagi calon dokter," jelas Dr. dr. Ekorini di tengah paparannya.

Beberapa poin krusial yang dibahas dalam pertemuan tersebut meliputi:

  • Standar Pelayanan Medik: Penyelarasan antara layanan pasien dan kurikulum pendidikan mahasiswa.
  • Kesiapan Preceptor (Dosen Pembimbing Klinik): Penguatan peran dokter spesialis dalam mendampingi mahasiswa.
  • Manajemen Mutu dan Keselamatan Pasien: Memastikan kehadiran mahasiswa justru meningkatkan standar kualitas layanan di rumah sakit.

Kegiatan pendampingan ini mencakup evaluasi dokumen, peninjauan lapangan singkat, hingga diskusi panel mengenai kesiapan para dokter spesialis sebagai dosen pendidik klinik (preceptor). Dengan bimbingan teknis yang mendalam ini, RS Umum Muhammadiyah Metro diproyeksikan akan segera merampungkan seluruh persyaratan akreditasi RS Pendidikan dalam waktu dekat.

Langkah ini diharapkan tidak hanya menguntungkan mahasiswa, tetapi juga meningkatkan taraf pelayanan kesehatan bagi seluruh masyarakat Kota Metro dan sekitarnya melalui pendekatan medis yang berbasis pada riset terbaru. (RJ/Admin FK)