
FK UM METRO – Mengambil momentum Hari Hipertensi Sedunia, tim dosen dan mahasiswa S1 Kedokteran menggelar kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) bertajuk edukasi dini terhadap ancaman hipertensi.
Penyakit tidak menular, khususnya hipertensi, kini tidak lagi mengenal usia. Bukan hanya menjadi momok bagi kelompok lansia, tekanan darah tinggi mulai mengintai kalangan remaja akibat gaya hidup yang dinamis namun kurang sehat. Menanggapi fenomena tersebut, tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dari Program Studi S1 Kedokteran, Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Metro, terjun langsung mengedukasi generasi muda melalui program "Implementasi Sekolah Sadar Hipertensi".
Suasana di aula SMA Muhammadiyah Ahmad Dahlan (MuAD) Kota Metro tampak berbeda dari biasanya pada Rabu pagi (06/05/2026). Siswa berkumpul bukan untuk pelajaran rutin, melainkan untuk mengikuti aksi nyata kepedulian kesehatan yang diinisiasi oleh Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Metro.
Mengawali acara, dr. Firantika Dias Puteri, MKM., selaku Ketua Pelaksana PKM, menyampaikan keresahannya terkait pergeseran pola hidup remaja. Menurutnya, konsumsi makanan tinggi natrium (garam) dan gaya hidup sedenter (kurang gerak) menjadi bom waktu bagi kesehatan kardiovaskular siswa.
"Kami hadir bukan hanya untuk melakukan pemeriksaan medis, tetapi lebih jauh lagi untuk menanamkan kesadaran. Hipertensi adalah silent killer. Seringkali siswa merasa bugar, padahal tekanan darahnya sudah berada di atas batas normal. Melalui program ini, kami ingin memastikan mereka memiliki literasi kesehatan yang baik untuk memutus mata rantai tersebut sejak dini," ujar dr. Firantika.
Dukungan penuh datang dari pihak sekolah. Dr. Hardika Saputra, M.Pd., Wakil Kepala Sekolah bidang Kurikulum SMA Muhammadiyah Ahmad Dahlan, menegaskan bahwa kesehatan siswa adalah investasi jangka panjang yang sama pentingnya dengan prestasi akademik.
"Kami di sekolah sangat bangga bisa bekerja sama dengan FK UM Metro. Kami sadar bahwa kualitas kognitif siswa sangat bergantung pada kondisi fisiknya. Jika siswa sehat dan tekanan darahnya terkontrol, maka daya serap mereka terhadap materi pelajaran pun akan meningkat. Kami berharap kegiatan ini menjadi langkah awal dari kolaborasi berkelanjutan yang berdampak nyata," tutur Dr. Hardika.
Acara dibuka secara simbolis oleh Dekan Fakultas Kedokteran UM Metro, dr. Windi Pertiwi, MMR. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya peran universitas dalam mengabdi kepada masyarakat di sekitar Kota Metro.
"Hari ini kami membawa semangat pencegahan. Hipertensi seringkali tidak memberikan tanda-tanda, tahu-tahu sudah terjadi komplikasi. Melalui kegiatan ini, FK UM Metro ingin memastikan bahwa adik-adik di SMA Muad menjadi generasi yang melek kesehatan dan mampu menjadi agen perubahan di keluarga masing-masing,"
"Fakultas Kedokteran UM Metro tidak ingin menjadi menara gading yang hanya berkutat pada teori. Kami harus turun, menyapa, dan memberikan solusi. Dengan mengucap Bismillahirrohmanirrohim, program ini resmi saya buka. Mari kita wujudkan generasi emas yang tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki fondasi kesehatan yang tangguh," ujar dr. Windi dengan penuh semangat.
Memasuki sesi inti, suasana aula berubah menjadi kelas diskusi yang hangat saat dr. N.R.F. Shelly Zuliskha, Sp.A., memberikan materi. Dengan gaya bahasa yang luwes dan mudah dimengerti remaja, dokter spesialis anak ini berhasil membedah bahaya hipertensi.
"Adik-adik, jangan mengira hipertensi itu hanya milik kakek atau nenek kita. Sekarang, banyak remaja yang mulai terpapar karena pola makan yang tidak terkontrol. Ingat rumus 'CERDIK'. Cek kesehatan rutin, Enyahkan asap rokok, Rajin aktivitas fisik, Diet seimbang, Istirahat cukup, dan Kelola stres. Itu adalah kunci utama untuk menjaga jantung kita tetap sehat hingga tua nanti," jelas dr. Shelly yang disambut sorak-sorai antusias siswa saat sesi tanya jawab berlangsung.
Para siswa tidak hanya duduk mendengarkan, mereka satu per satu bergantian melakukan pengecekan tensi. Banyak dari mereka yang baru pertama kali mengetahui angka tekanan darahnya sendiri dan mendapatkan tips langsung dari para kakak mahasiswa tentang cara menjaga kesehatan mental dan fisik agar terhindar dari stres yang memicu darah tinggi.
Kegiatan PKM ini diakhiri dengan sesi foto bersama dan deklarasi gaya hidup sehat. Semangat yang dibawa oleh tim FK UM Metro diharapkan tidak berhenti di SMA Muhammadiyah Ahmad Dahlan saja, tetapi bisa menular ke seluruh lapisan masyarakat di Kota Metro.
Melalui langkah kecil di bangku sekolah ini, FK UM Metro membuktikan komitmennya dalam mencetak calon dokter yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga peduli dan hadir di tengah persoalan kesehatan masyarakat.
Melalui sinergi apik antara FK UM Metro dan SMA Muhammadiyah Ahmad Dahlan, kegiatan ini diharapkan menjadi katalisator bagi sekolah-sekolah lain untuk turut serta menjadi lingkungan pendidikan yang sadar akan pentingnya kesehatan kardiovaskular. Dengan langkah kecil di bangku sekolah hari ini, Indonesia diharapkan memiliki generasi masa depan yang lebih bugar, produktif, dan bebas dari ancaman hipertensi. (RJ/Admin FK)