Berita

Admin 07 March 2026

S1 Kedokteran Gelar Ujian Tengah Blok Berbasis CBT: Langkah Digital Menuju Dokter Kompeten

FK UM METRO – Suasana tenang namun penuh konsentrasi menyelimuti area laboratorium komputer Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Metro pekan ini. Puluhan  mahasiswa Program Studi S1 Kedokteran tampak fokus menatap layar monitor, bergelut dengan ratusan soal kasus medis dalam agenda Ujian Tengah Blok (UTB) berbasis Computer Based Test (CBT).

Langkah ini bukan sekadar rutinitas akademik biasa, melainkan komitmen nyata FK UM Metro dalam mengintegrasikan teknologi ke dalam kurikulum kedokteran yang dinamis. Penggunaan sistem CBT ini dirancang untuk menciptakan standar penilaian yang objektif, transparan, dan selaras dengan standar ujian nasional profesi dokter.

Ketua Program Studi S1 Kedokteran mengungkapkan bahwa pengenalan CBT sejak dini sangat krusial bagi mahasiswa. Format soal yang disajikan bukan sekadar hafalan teori, melainkan soal berbasis vignette atau kasus klinis yang menuntut daya nalar medis yang kuat.

"Kami ingin mahasiswa terbiasa dengan atmosfer ujian nasional atau UKMPPD sejak mereka masih di bangku pre-klinik. Dengan CBT, mahasiswa dilatih untuk berpikir taktis, mengelola waktu dengan efisien, dan memiliki ketahanan mental yang baik saat menghadapi soal-soal kasus yang kompleks," jelasnya di sela-sela peninjauan ujian.

Selain aspek edukasi, sistem CBT di FK UM Metro juga mengedepankan nilai-nilai integritas. Dengan sistem Safe Exam Browser dan pengacakan soal secara otomatis, peluang terjadinya kecurangan dapat diminimalisir secara signifikan. Hal ini sejalan dengan visi universitas untuk mencetak lulusan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki moralitas yang tinggi.

Dari sisi manajerial, penggunaan CBT memberikan efisiensi yang luar biasa. Tim dosen dapat melakukan analisis butir soal secara instan setelah ujian berakhir. Data statistik hasil ujian ini nantinya akan digunakan sebagai bahan evaluasi untuk melihat sejauh mana pemahaman mahasiswa terhadap blok materi yang sedang dipelajari, sehingga proses perbaikan kualitas pembelajaran bisa dilakukan lebih cepat.

Meski ketegangan sempat terlihat sebelum memasuki ruang ujian, banyak mahasiswa yang justru merasa lebih nyaman dengan sistem digital ini dibandingkan ujian kertas konvensional.

"Awalnya memang sedikit tegang, tapi sistem CBT ini sebenarnya lebih memudahkan. Kita bisa melihat sisa waktu dengan jelas dan navigasi soalnya juga praktis. Yang paling penting, soal-soal kasusnya benar-benar menantang logika medis kita sebagai calon dokter," ungkap salah satu mahasiswa semester dua yang baru saja menyelesaikan sesi ujiannya.

Pelaksanaan UTB kali ini berjalan dengan sangat lancar berkat dukungan penuh dari tim IT fakultas yang siaga memastikan stabilitas jaringan dan perangkat. Dengan suksesnya agenda ini, FK UM Metro semakin memantapkan posisinya sebagai institusi pendidikan kedokteran yang adaptif terhadap kemajuan teknologi kesehatan digital di Indonesia. (RJ/Admin FK)