Berita

Admin 13 February 2026

Sambut Ramadhan Dengan Kebugaran Dan Iman, UM Metro Gelar Refreshing Serta Kajian Songsong Ramadhan 1447 H Bagi Civitas Akademika

METRO – Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan 1447 H, Universitas Muhammadiyah (UM) Metro menggelar kegiatan spesial yang memadukan kesehatan fisik dan penguatan spiritual. Acara bertajuk "Refreshing dan Kajian Songsong Ramadhan" ini dilaksanakan dengan meriah di halaman Kampus 3 UM Metro pada Jumat pagi, 12 Februari 2026.

Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran rektorat, dosen, serta tenaga kependidikan (tendik) dari seluruh unit kerja di lingkungan UM Metro.

Acara dimulai pukul 07.00 WIB dengan sesi senam kebugaran. Mengenakan pakaian olahraga bernuansa seragam, para peserta tampak antusias mengikuti instruksi pesenam di bawah paparan sinar matahari pagi yang hangat.

Selain sebagai upaya menjaga kesehatan, momentum ini dimanfaatkan sebagai ajang silaturahmi antar pegawai guna melepas penat dari rutinitas akademik. Gelak tawa dan suasana santai menyelimuti halaman Kampus 3, menciptakan energi positif di lingkungan kerja.

Rektor UM Metro, Dr. Nyoto Suseno, M.Si., dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas kebersamaan seluruh dosen dan tenaga kependidikan yang hadir. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar agenda fisik, tetapi juga bagian dari upaya mempererat ukhuwah di lingkungan kampus.

“Alhamdulillah hari ini kita bisa bersama-sama dalam suasana penuh kebersamaan. Mudah-mudahan kegiatan ini menambah keakraban, terlebih dengan hadirnya keluarga baru di UM Metro yang mungkin belum saling mengenal,” ujarnya.

Rektor juga menekankan pentingnya menjaga kesehatan menjelang Ramadan. Menurutnya, kesiapan fisik menjadi bagian dari ikhtiar agar ibadah puasa dan amalan lainnya dapat dijalankan secara optimal.

“Ini bagian dari song-song Ramadan, persiapan fisik dan hati. Mudah-mudahan kita semua diberi kesehatan sehingga dapat melaksanakan puasa dan ibadah Ramadan dengan lebih baik dan berkualitas,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Rektor mengajak seluruh sivitas akademika untuk menyatukan hati dalam membesarkan amal usaha Muhammadiyah melalui UM Metro. Ia juga menyampaikan permohonan maaf mewakili pimpinan universitas menjelang datangnya bulan suci.

“Kami mohon maaf atas segala kekhilafan. Mari saling memaafkan, mengikhlaskan, dan membersihkan hati dari iri, dengki, serta prasangka, agar Ramadan kali ini membawa peningkatan kualitas iman dan amal kita,” tuturnya.

Rektor turut menginformasikan bahwa pelaksanaan salat Tarawih akan diselenggarakan secara rutin di Masjid Baitul Hikmah Kampus 3. Ia berharap dosen dan karyawan dapat berpartisipasi aktif dalam memakmurkan masjid selama Ramadan.

Pada kesempatan yang sama, tausiyah Ramadan disampaikan oleh Dr. M. Samson Fajar, M.Sos.I., perwakilan Badan Pembina Harian (BPH) UM Metro. Ia mengajak seluruh peserta untuk mempersiapkan diri secara spiritual dan intelektual dalam menyambut Ramadan.

“Ramadan memiliki keistimewaan waktu yang tidak dimiliki bulan lain. Karena itu, kita perlu menyiapkan ilmu agar ibadah kita tidak sekadar menggugurkan kewajiban, tetapi juga meraih keutamaan,” jelasnya.

Dalam ceramahnya, ia menekankan bahwa Ramadan bukan sekadar rutinitas tahunan, tetapi momentum peningkatan kualitas iman dan ilmu.

Ia mengingatkan bahwa salah satu syarat utama meraih keutamaan Ramadan adalah kesehatan dan kesiapan spiritual. “Kalau kita sakit, kita hanya menggugurkan kewajiban puasa. Tetapi keutamaan waktu Ramadan itu tidak kita dapatkan secara maksimal. Karena Ramadan memiliki keistimewaan yang tidak dimiliki bulan lain,” jelasnya.

Menurutnya, persiapan menyambut Ramadan tidak cukup hanya dengan fisik, tetapi juga dengan ilmu (‘uddatul ‘ilm). Ia mengingatkan pentingnya memahami tata cara dan dasar hukum ibadah puasa agar tidak menjalankannya dalam keraguan.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga menjelaskan bahwa mulai Ramadan 1447 H, Muhammadiyah menggunakan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) dalam penetapan awal bulan hijriah. Metode hisab yang digunakan, menurutnya, merupakan hasil ijtihad yang didasarkan pada perkembangan ilmu pengetahuan modern.

Ia mengutip prinsip dalam ijtihad bahwa apabila benar mendapatkan dua pahala dan apabila keliru tetap memperoleh satu pahala. Karena itu, ia mengajak civitas akademika untuk mantap dalam menjalankan keyakinan tanpa menyalahkan pihak lain.

“Kita tidak perlu memperdebatkan perbedaan. Yang terpenting adalah keyakinan dan kesungguhan kita dalam beribadah. Jangan sampai karena ragu, kita justru meninggalkan kewajiban,” tegasnya.

Selain itu, ia mengingatkan bahwa sebagai dosen dan tenaga kependidikan, terdapat tanggung jawab vertikal kepada Allah SWT yang melampaui ruang dan waktu. Menurutnya, profesi akademik harus selaras dengan peningkatan kualitas ibadah dan akhlak.

Kegiatan diakhiri dengan sesi ramah tamah yang santai. Sambil menikmati hidangan tradisional yang disajikan, para dosen dan tendik tampak berbincang hangat, saling bermaafan, dan berbagi cerita. Suasana kekeluargaan inilah yang menjadi "bahan bakar" utama UM Metro untuk terus maju.

Hari itu, halaman Kampus 3 tidak hanya menjadi saksi olahraga pagi, tapi menjadi saksi sebuah komitmen: bahwa untuk mencerdaskan bangsa, para pendidiknya harus memiliki keseimbangan antara kesehatan jasmani dan ketenangan rohani.

Selamat datang Ramadhan 1447 H. UM Metro siap menyambutmu dengan senyum dan semangat baru.