FK UM METRO – Suasana hangat dan penuh optimisme menyelimuti kompleks SMA Muhammadiyah Ahmad Dahlan (MuAD) Kota Metro pada Rabu pagi, 06 Mei 2026. Dua institusi pendidikan unggulan di Kota Metro ini resmi menyatukan visi melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) tentang kegiatan Catur Dharma di SMA MuAD kota metro yang diproyeksikan bakal menjadi jembatan emas bagi siswa-siswi berprestasi menuju dunia kedokteran.
Pertemuan yang berlangsung di aula sekolah tersebut bukan sekadar seremoni formalitas belaka. Langkah ini merupakan bentuk komitmen konkret Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Metro dalam menjemput bola, mencari bibit-bibit unggul dari sekolah menengah untuk dipersiapkan menjadi tenaga medis masa depan yang kompeten dan berkarakter.
Kerja sama ini lahir dari kesadaran bersama bahwa transisi dari jenjang SMA ke fakultas kedokteran membutuhkan persiapan yang tidak sederhana. Beberapa poin kolaborasi yang disepakati mencakup agenda strategis seperti pendampingan Medical Discovery, kunjungan laboratorium anatomi, hingga sesi berbagi pengalaman bersama dosen dan mahasiswa kedokteran untuk membedah strategi lolos seleksi medis.
Kepala SMA Muhammadiyah Ahmad Dahlan Metro diwakili oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum Bapak Dr. Hardika Saputra, M.Pd., dalam sambutannya, mengungkapkan rasa syukur dan kebanggaannya atas terjalinnya kerja sama formal ini. Ia menilai bahwa kolaborasi ini adalah jawaban nyata atas tingginya minat siswa SMA MuAD di bidang kesehatan setiap tahunnya.
"Hari ini adalah tonggak sejarah bagi kami. Kami ingin siswa-siswi kami tidak hanya memiliki mimpi menjadi dokter, tetapi juga memiliki gambaran utuh tentang tanggung jawab dan dedikasi yang menyertainya. Dengan menggandeng FK UM Metro, kami memberikan akses seluas-luasnya bagi anak-anak untuk 'mencicipi' atmosfer kedokteran lebih awal," ujarnya dengan penuh semangat.
Ia juga menambahkan bahwa sinergi ini merupakan bentuk penguatan ekosistem pendidikan di lingkungan Muhammadiyah. "Kami memiliki bibit-bibit terbaik, dan FK UM Metro memiliki wadah penyemaian yang luar biasa. Jika kedua hal ini disatukan, saya optimistis dari rahim SMA MuAD akan lahir dokter-dokter muslim yang profesional, berwawasan global, namun tetap rendah hati dalam melayani masyarakat."
Pihak FK UM Metro pun mengamini hal tersebut. Mereka memandang SMA MuAD bukan hanya sebagai mitra, tetapi sebagai lumbung kader yang memiliki kedisiplinan dan dasar karakter yang kuat.
"Kami tidak hanya mencari mahasiswa yang cerdas secara kognitif, tapi juga mereka yang memiliki akar moral yang kokoh. Di SMA MuAD, kami melihat potensi besar itu. Lewat MoU ini, kita ingin memastikan bahwa jalur pendidikan dari menengah ke tinggi selaras, sehingga lahir dokter yang tidak hanya mahir mengobati, tapi juga santun dalam melayani," ungkap dr. Windi Pertiwi, MMR. dekan fakultas kedokteran UM Metro.
Penandatanganan yang dilakukan pada 06 Mei ini menandai babak baru bagi kedua belah pihak. Bagi SMA MuAD, ini adalah nilai tambah yang luar biasa bagi pengembangan minat dan bakat siswa di bidang sains. Bagi FK UM Metro, ini adalah langkah nyata dalam memperkuat eksistensi fakultas sebagai pusat pendidikan kedokteran yang inklusif dan progresif di Provinsi Lampung.
Acara ditutup dengan sesi diskusi santai dan foto bersama, yang mencerminkan semangat kekeluargaan yang erat antara kedua institusi di bawah naungan persyarikatan Muhammadiyah tersebut. Harapannya, dari ruang-ruang kelas di SMA MuAD, akan lahir generasi dokter yang siap menjawab tantangan kesehatan global di masa depan. (RJ/Admin FK)