Berita

Admin 08 June 2026

Sinergi Sains dan Tradisi: Rektor Serta Dosen Biomedis UM Metro Resmi Dilantik Jadi Motor Penggerak Dewan Jamu Lampung

Bandar Lampung – Komitmen Universitas Muhammadiyah Metro dalam mendukung pengembangan kesehatan berbasis kearifan lokal yang ilmiah kian mantap. Langkah nyata ini terlihat jelas saat Rektor UM Metro bersama jajaran dosen terbaik dari Program Studi S1 Biomedis menghadiri sekaligus resmi dilantik sebagai pengurus Dewan Jamu Indonesia (DJI) Perwakilan Daerah Lampung periode 2026–2030.

Momen istimewa yang menandai babak baru sinergi akademisi dan pelestarian herbal ini berlangsung hangat dan khidmat di Swiss-Belhotel, Bandar Lampung, pada Minggu (7/6/2026) kemarin.

Masuknya nama-nama besar dari UM Metro dalam struktur organisasi ini membuktikan bahwa kepakaran akademis kampus ini sangat diperhitungkan di tingkat provinsi. Rektor UM Metro, Dr. Nyoto Suseno, M.Si., kini resmi mengemban amanah penting sebagai Pembina Pengurus Dewan Jamu Indonesia Lampung.

Kehadiran beliau di jajaran pembina bukan sekadar formalitas, melainkan menjadi jembatan strategis agar dunia kampus bisa lebih luwes dan sigap dalam mendukung hilirisasi riset tanaman obat. Dengan begitu, hasil penelitian di laboratorium tidak hanya mandek di atas kertas, tapi benar-benar bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas serta industri kesehatan.

Tak hanya di kursi pembina, kompetensi spesifik dari prodi Biomedis FK UM Metro benar-benar dioptimalkan dalam kepengurusan ini. 1 profesor dan dua dosen muda kebanggaan UM Metro didapuk untuk menakhodai tiga bidang krusial yang menjadi pilar utama pengembangan jamu dari hulu ke hilir:

  • Prof. Dr. Agus Sutanto, M.Si. : Dipercaya memimpin Bidang Pendidikan dan Inovasi Jamu. Di tangan beliau, urusan edukasi masyarakat mengenai jamu yang aman serta pengembangan inovasi produk herbal baru akan dikembangkan agar lebih modern namun tetap natural.
  • Suharno Zen, M.Sc. : Diamanahkan pada Bidang Legislasi, Pemasaran, dan Promosi. Tantangan besar membawa jamu lokal Lampung agar lebih dikenal luas dan memiliki payung hukum yang kuat kini berada di bawah pengawasan kreatif beliau.
  • Miftahuz Zakiyah, M.Biomed. : Dipercaya mengawal Bidang Pasca Panen dan Pra Klinik Jamu. Dengan latar belakang biomedis yang kuat, beliau akan fokus menjaga mutu bahan baku setelah dipanen serta memastikan keamanan jamu melalui uji pra-klinik yang berbasis sains.

Kolaborasi apik ketiganya diharapkan mampu mengemas jamu yang selama ini identik dengan kesan tradisional menjadi produk kesehatan modern yang memiliki standar ilmiah tinggi.

Acara pelantikan kemarin juga menjadi panggung bertemunya berbagai gagasan besar. Ketua Pengurus DJI Lampung yang baru dilantik, Prof. Dr. dr. Asep Sukohar, S.Ked, M.Kes., Sp.KKLP, dalam sambutannya mengungkapkan rasa optimisnya bahwa tanah Lampung memiliki kekayaan herbal luar biasa yang siap dikembangkan.

Gayung bersambut, Ketua Dewan Jamu Indonesia Pusat, Mayor Jenderal TNI (Purn.) Prof. Dr. dr. Daniel Tjen, Sp.S., yang turut hadir juga mengingatkan pentingnya kerja sama multipihak. Menurutnya, di era modern ini, jamu harus bisa bersaing di ranah medis formal dan bahkan menembus pasar internasional. Acara berharga ini pun dibuka secara resmi oleh perwakilan dari Gubernur Lampung.

Suasana di Swiss-Belhotel kemarin terasa begitu hidup dengan hadirnya para pemangku kepentingan utama di bidang kesehatan dan pemerintahan. Deretan tokoh penting yang tampak hadir memberikan dukungan penuh antara lain:

  • Gubernur Lampung (diwakili)
  • Ketua IDI Wilayah Lampung dan Ketua IDI Kota Bandar Lampung
  • Dandenkes Kodam II/Sriwijaya (Korem 043/Garuda Hitam)
  • Kepala Rumah Sakit DKT
  • Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung serta Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung
  • Kepala Balai Besar POM (BPOM) di Bandar Lampung
  • Ketua Pengurus Daerah Ikatan Apoteker Indonesia Lampung
  • Rektor UM Metro (Dr. Nyoto Suseno, M.Si.)
  • Rektor Universitas Lampung (diwakilkan)

Dengan keterlibatan aktif sang Rektor dan trio dosen Biomedis di dalam Dewan Jamu Indonesia Lampung, UM Metro kini resmi mengambil peran sebagai pengurus dean. Masa depan jamu Lampung kini siap dibawa menuju era baru: lebih ilmiah, aman, berdaya saing tinggi, dan tentu saja, tetap membumi sebagai warisan leluhur yang membanggakan. (RJ/Admin FK)