
METRO, UM Metro – Kesibukan di laboratorium dan tumpukan literatur medis yang menjadi makanan sehari-hari tidak menjadi penghalang bagi tiga mahasiswi Program Studi S1 Kedokteran Universitas Muhammadiyah (UM) Metro untuk menembus batas prestasi. Hayu Salma My Bittang, Nazla Jeny Farella, dan Assyifa baru saja menorehkan tinta emas yang membanggakan bagi seluruh sivitas akademika.
Atas keberhasilan mereka meraih Juara 3 Lomba Poster Edukasi Tingkat Nasional, universitas secara resmi memberikan penghargaan Kemahasiswaan Award 2026. Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi tertinggi bagi mahasiswa yang mampu mengharumkan nama almamater melalui kompetisi bergengsi di luar kampus.
Lomba Poster Edukasi tingkat nasional yang mereka ikuti bukanlah ajang sembarangan. Kompetisi ini mempertemukan talenta-talenta terbaik dari berbagai Fakultas Kedokteran di seluruh Indonesia. Peserta dituntut untuk memiliki kemampuan ganda: memahami kedalaman substansi medis serta memiliki intuisi seni untuk menyampaikannya kepada masyarakat awam.
Tim yang digawangi oleh Hayu, Nazla, dan Assyifa ini memilih tema yang relevan dengan problematika kesehatan saat ini. Mereka menghabiskan waktu berminggu-minggu untuk melakukan riset literatur, memastikan setiap data yang ditampilkan berbasis bukti (evidence-based), sekaligus meramu komposisi warna dan tata letak agar pesan yang ingin disampaikan tidak hanya lewat begitu saja.
"Tantangan terberat adalah membagi waktu. Di satu sisi kami memiliki tanggung jawab akademik yang sangat besar di blok kedokteran, namun di sisi lain kami memiliki keresahan untuk mengedukasi masyarakat melalui media visual yang menarik," ungkap Hayu Salma mewakili timnya.
Penyerahan Kemahasiswaan Award oleh pimpinan UM Metro berlangsung khidmat. Dalam sambutannya, pihak universitas menekankan bahwa prestasi ini merupakan bukti nyata kualitas mahasiswa kedokteran UM Metro yang kompetitif.
Dukungan universitas terhadap kegiatan kemahasiswaan memang terus digalakkan. Kampus meyakini bahwa seorang dokter masa depan tidak hanya butuh kepintaran klinis di balik meja periksa, tetapi juga harus menjadi komunikator yang andal.
"Apa yang dilakukan oleh Hayu, Nazla, dan Assyifa adalah representasi dari profil dokter modern. Mereka mampu menjembatani jarak antara sains yang kaku dengan pemahaman masyarakat luas melalui kreativitas. Inilah alasan mengapa universitas sangat bangga memberikan penghargaan ini," ujar perwakilan pimpinan universitas dalam seremoni tersebut.

Bagi Fakultas Kedokteran (FK) UM Metro, prestasi ini menjadi katalisator semangat bagi mahasiswa angkatan lainnya. Sebagai fakultas yang terus berkembang, pencapaian di level nasional oleh tiga mahasiswi ini membuktikan bahwa kualitas pendidikan dan bimbingan di FK UM Metro mampu bersaing dengan universitas-universitas besar lainnya di Indonesia.
Dekanat FK UM Metro pun memberikan apresiasi khusus, mengingat keberhasilan ini menunjukkan bahwa kurikulum yang diterapkan mampu menyeimbangkan antara aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik mahasiswa.
Kini, medali Juara 3 Nasional dan sertifikat Kemahasiswaan Award telah berada di tangan. Namun bagi Nazla Jeny Farella, Assyifa, dan Hayu Salma, ini barulah permulaan. Mereka berharap poster edukasi yang mereka rancang tidak hanya berhenti sebagai karya lomba, tetapi dapat didistribusikan secara luas di pusat-pusat layanan kesehatan sebagai sarana edukasi masyarakat.
Keberhasilan mereka menjadi pesan kuat bagi seluruh mahasiswa: bahwa sesempit apa pun waktu di tengah jadwal kuliah yang padat, selalu ada ruang untuk berkarya dan berprestasi jika dibarengi dengan manajemen waktu yang baik dan semangat pantang menyerah.