Prestasi

Admin 23 May 2026

Inovasi Cegah Kanker Berbasis Bahan Alam Lokal, Tim Sains Biomedis FK UM Metro Lolos Pendanaan P2MW 2026

FK UM METRO – Ruang laboratorium kini bukan lagi satu-satunya tempat bagi para calon ilmuwan untuk menuangkan ide-ide besar mereka. Semangat inilah yang baru saja dibuktikan oleh tim mahasiswa Program Studi S1 Sains Biomedis, Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Metro. Melalui sentuhan kreativitas dan ketajaman melihat peluang pasar, mereka sukses mengukir prestasi gemilang di tingkat nasional dengan lolos dalam seleksi Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) 2026.

Kompetisi tahunan yang diinisiasi oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi ini dikenal memiliki seleksi yang sangat ketat, menyaring ribuan ide bisnis kreatif dari perguruan tinggi di seluruh Indonesia. Namun, tim dari FK UM Metro ini berhasil mencuri perhatian para dewan juri nasional.

Bukan sekadar ide di atas kertas, bisnis yang mereka ajukan bahkan berhasil menembus Tahapan Bertumbuh sebuah kategori bagi usaha mahasiswa yang dinilai sudah memiliki validasi pasar, manajemen yang berjalan, dan potensi keberlanjutan yang kuat. Tim ini berkompetisi di kategori Manufaktur dan Teknologi Terapan, sebuah ranah yang menuntut ketepatan proses produksi dan standardisasi produk yang tinggi.

Inovasi yang menjadi motor penggerak keberhasilan ini diberi nama yang cukup visioner: "Usaha Simplisia Herbal Preventif Kanker Berbasis Potensi Bahan Alam Lokal Metro Lampung". Di balik nama tersebut, ada misi besar untuk menjawab salah satu tantangan kesehatan terbesar saat ini, yaitu penyakit kanker, menggunakan pendekatan preventif (pencegahan).

Dipimpin oleh Salsabila Dewi Larasati sebagai ketua kelompok, tim ini jeli melihat melimpahnya kekayaan flora dan bahan alam di sekitar Kota Metro dan wilayah Lampung pada umumnya. Selama ini, banyak tanaman berkhasiat obat yang tumbuh subur namun belum dimanfaatkan secara optimal atau hanya diolah seadanya oleh masyarakat.

Melalui bekal ilmu sains biomedis yang mereka pelajari di bangku kuliah, Salsabila dan rekan-rekannya melakukan sentuhan inovasi. Mereka mengolah bahan-bahan lokal tersebut menjadi produk simplisia herbal terstandardisasi. Produk ini dirancang khusus untuk memiliki aktivitas antioksidan dan kemopreventif yang tinggi, yang secara ilmiah berpotensi membantu tubuh menangkal radikal bebas memicu sel kanker.

"Kami ingin mendobrak stigma bahwa herbal lokal itu kuno atau tidak terukur. Melalui riset biomedis, kami memastikan proses manufakturnya menjaga zat aktif tanaman tetap optimal. Lolosnya kami ke Tahapan Bertumbuh P2MW ini menjadi bahan bakar baru bagi kami untuk segera membawa produk ini dari skala laboratorium kampus ke tangan masyarakat luas," ungkap Salsabila dengan penuh semangat.

Keberhasilan luar biasa ini disambut dengan rasa syukur dan kebanggaan yang mendalam oleh jajaran pimpinan fakultas. Dekan Fakultas Kedokteran UM Metro, dr. Windi Pertiwi, MMR, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada tim mahasiswa dan dosen pembimbing yang telah membawa nama FK UM Metro harum di panggung nasional.

Dalam sambutannya, dr. Windi Pertiwi, MMR mengungkapkan bahwa pencapaian ini menjadi milestone penting bagi fakultas, khususnya dalam menunjukkan bahwa lulusan kedokteran dan ilmu kesehatan masa depan harus mampu berpikir multisektoral.

"Kami sangat bangga dan terharu atas prestasi yang diraih oleh Salsabila dan tim. Lolosnya mereka ke Tahapan Bertumbuh dalam kategori Manufaktur dan Teknologi Terapan membuktikan bahwa mahasiswa FK UM Metro tidak hanya sekadar belajar teori, melainkan mampu mengimplementasikan ilmu riset biomedis menjadi produk nyata yang bernilai ekonomi tinggi," ujar dr. Windi Pertiwi, MMR dengan penuh rasa bangga.

Beliau juga menambahkan bahwa pihak fakultas akan terus memberikan dukungan penuh, baik dalam memfasilitasi kebutuhan riset lanjutan maupun dalam pengembangan iklim wirausaha di lingkungan kampus.

"Sebagai dekan, saya melihat ini adalah langkah awal yang sangat baik. Kami ingin FK UM Metro menjadi ekosistem yang subur bagi lahirnya inovator-inovator kesehatan. Selamat untuk tim Sains Biomedis dan juga Ibu Miftahuz Zakiyah, M.Biomed. selaku pembimbing yang tanpa lelah terus mengawal kreativitas mahasiswa kita hingga ke titik ini," imbuhnya.

Tentu saja, lompatan besar mahasiswa ini tidak lepas dari bimbingan intensif dari dosen yang kompeten. Adalah Ibu Miftahuz Zakiyah, M.Biomed., yang setia mengawal perjalanan tim ini mulai dari perumusan konsep ilmiah hingga penyusunan strategi bisnis yang matang.

Ibu Miftahuz Zakiyah menyampaikan rasa syukur dan apresiasi yang mendalam atas kerja keras anak-anak didiknya. Menurut beliau, prestasi ini adalah bukti nyata bahwa mahasiswa Sains Biomedis FK UM Metro tidak hanya unggul dalam hal akademis dan teori medis, tetapi juga adaptif dan memiliki jiwa kepemimpinan serta berwirausaha (entrepreneurship).

"Sinergi antara riset sains dan dunia usaha adalah kunci di era modern ini. Kami di fakultas selalu mendorong agar hasil-hasil riset mahasiswa tidak hanya berakhir sebagai tumpukan laporan atau jurnal di perpustakaan. Produk simplisia herbal preventif kanker ini adalah contoh konkret bagaimana ilmu biomedis bisa langsung dirasakan manfaatnya secara ekonomi dan kesehatan oleh masyarakat," tutur Ibu Miftahuz Zakiyah.

Keberhasilan lolos dalam P2MW 2026 membawa angin segar bagi perkembangan usaha ini. Sebagai tim yang berada di Tahapan Bertumbuh, mereka akan menerima kucuran dana pembinaan serta kesempatan berharga untuk mengikuti inkubasi bisnis, pelatihan manajemen, hingga pendampingan intensif dari para praktisi industri dan mentor bisnis nasional.

Dana dan fasilitas tersebut rencananya akan dialokasikan untuk memperkuat aspek manufaktur, mulai dari modernisasi alat pengolahan simplisia agar tetap higienis dan terstandardisasi, penguatan uji laboratorium, hingga perluasan jaringan pemasaran dan kemitraan pasokan bahan baku dengan petani lokal di Metro.

Pencapaian luar biasa dari tim Salsabila Dewi Larasati ini diharapkan dapat menjadi pemantik serta inspirasi bagi mahasiswa lainnya di lingkungan Universitas Muhammadiyah Metro. Prestasi ini menjadi bukti nyata bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk bersaing di tingkat nasional, dan inovasi yang berakar dari kearifan lokal selalu memiliki tempat tersendiri di panggung akademis maupun industri. (RJ/Admin FK)