
FK UM METRO – Suasana aula Universitas Muhammadiyah Metro tampak lebih semarak dari biasanya. Di antara deretan mahasiswa terbaik yang mewakili berbagai fakultas, terselip satu nama yang berhasil mencuri perhatian dan membawa pulang kebanggaan bagi keluarga besar Program Studi Sains Biomedis Fakultas Kedokteran. Ia adalah Ashila Naura Ramadhani Shani.
Dalam perhelatan puncak Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres) tingkat Universitas tahun 2026, Ashila resmi dinobatkan sebagai Terbaik 3 untuk kategori gabungan Sarjana dan Diploma. Prestasi ini bukan sekadar angka atau piala, melainkan potret nyata dari dedikasi seorang mahasiswa yang mampu menyeimbangkan ketatnya dunia laboratorium dengan kecakapan komunikasi yang luar biasa.
Dunia Sains Biomedis selama ini identik dengan mikroskop, jurnal ilmiah yang tebal, dan jam-jam panjang di laboratorium. Namun, Ashila membuktikan bahwa seorang saintis muda juga harus mampu "berbicara" kepada dunia. Dalam ajang Pilmapres tahun ini, ia tampil percaya diri memaparkan gagasan kreatifnya di hadapan para dewan juri.
Langkah Ashila menuju podium juara bukanlah jalan yang singkat. Ia harus bersaing dengan perwakilan terbaik dari fakultas lain melalui serangkaian ujian yang menguras energi mulai dari seleksi administrasi yang ketat, uji gagasan kreatif, hingga sesi debat menggunakan bahasa Inggris. Kemampuannya dalam meramu isu kesehatan terkini dengan solusi yang aplikatif menjadi poin krusial yang membuatnya unggul di mata para penguji.
Keberhasilan Ashila disambut haru dan bangga oleh rekan sejawat serta para dosen di prodi Sains Biomedis. Bagi lingkungan fakultas, Ashila adalah sosok yang gigih dan memiliki rasa ingin tahu yang tinggi.
"Rasanya masih seperti mimpi, tapi saya sangat bersyukur. Kemenangan ini saya persembahkan untuk semua yang sudah mendukung, terutama dosen pembimbing yang tidak lelah mengarahkan ide-ide saya, serta teman-teman yang selalu memberikan semangat saat saya merasa lelah," ungkap Ashila dengan senyum sumringah usai menerima penghargaan.
Ia juga menambahkan bahwa ajang Pilmapres ini memberinya pelajaran berharga bahwa menjadi mahasiswa berprestasi berarti harus siap menjadi solusi bagi permasalahan di masyarakat, bukan sekadar mengejar nilai di atas kertas.
Pencapaian Ashila Naura Ramadhani Shani ini diharapkan menjadi hembusan angin segar sekaligus pemantik semangat bagi mahasiswa-mahasiswa baru. Ia telah membuktikan bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk bersinar di tingkat universitas.
Pihak Program Studi Sains Biomedis pun berharap prestasi ini menjadi tradisi tahunan. Bahwa dari lorong-lorong laboratorium, akan terus lahir pemuda-pemudi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter yang tangguh dan mampu bersaing di kancah nasional maupun internasional.
Selamat berproses lebih jauh, Ashila! Teruslah menginspirasi dan tetaplah membumi meski prestasi setinggi langit telah diraih. (RJ/Admin FK)