
FK UM METRO – Dunia akademik bukan sekadar bangku perkuliahan dan tumpukan literatur bagi Hayu Salma MY Bittang. Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Metro ini membuktikan bahwa gagasan kreatif yang dipadukan dengan ketajaman ilmiah mampu membuahkan apresiasi luar biasa di kancah nasional.
Dalam ajang bergengsi Bandung Essay Competition 3, kompetisi yang mempertemukan pemikir muda berbakat dari seluruh Indonesia, Hayu berhasil menorehkan prestasi yang impresif. Acara yang diselenggarakan oleh Riski Versenesia bekerja sama dengan Politeknik TEDC Bandung ini mengusung tema besar, “Menjawab Tantangan Zaman: Peran Pemuda dalam Menentukan Arah Indonesia,” dan berlangsung di Bandung pada 11–12 April 2026.
Berkat ketekunan dan kedalaman risetnya, Hayu berhasil membawa pulang tiga penghargaan sekaligus:
• Juara 2 Grand Final (peringkat kedua terbaik tingkat nasional),
• Medali Emas (Gold Medal) pada subtema kesehatan,
• Medali Perunggu (Bronze Medal) pada subtema lingkungan.
Saat dihubungi usai pengumuman pemenang, Hayu mengungkapkan rasa syukur sekaligus motivasinya di balik karya-karya inovatif tersebut. Ia menekankan pentingnya akses teknologi medis yang lebih dekat dan terjangkau bagi masyarakat.
“Melalui IMUNO-SENSE PATCH, saya bermimpi penderita autoimun atau mereka yang berisiko tidak perlu lagi merasa cemas karena keterlambatan diagnosis. Teknologi IoMT harus menjadi jembatan agar setiap orang dapat memantau kesehatan imunnya semudah mengecek notifikasi ponsel,” ujar Hayu.
Terkait esai lingkungan dan kesehatan mentalnya (SAGE), ia menambahkan, “Kesehatan bersifat holistik. Kita tidak bisa sehat di lingkungan yang sakit. Saya ingin pemuda Indonesia menyadari bahwa hubungan manusia dengan alam merupakan kunci ketangguhan mental generasi masa depan.”
Pencapaian ini disambut hangat oleh pimpinan fakultas. Dekan Fakultas Kedokteran UM Metro, dr. Windi Pertiwi, MMR., menyatakan kebanggaannya atas dedikasi yang ditunjukkan oleh mahasiswanya di tingkat nasional.
“Kami sangat mengapresiasi atas capaian ananda Hayu Salma. Hal ini membuktikan bahwa mahasiswa FK UM Metro memiliki daya saing tinggi dan pemikiran yang visioner. Kami selalu mendorong mahasiswa untuk tidak hanya unggul di ruang kelas, tetapi juga mampu menjawab tantangan riil masyarakat melalui riset dan inovasi,” ungkap dr. Windi.
Beliau juga berharap prestasi ini dapat menjadi pemantik semangat bagi mahasiswa lainnya. “Keberhasilan Hayu adalah pesan bahwa kreativitas dan ilmu pengetahuan adalah dua senjata utama pemuda dalam menentukan arah Indonesia ke depan. Fakultas akan terus mendukung penuh setiap langkah produktif mahasiswa kami.”
Karya Hayu mengenai IMUNO-SENSE PATCH serta program pemberdayaan SAGE mencerminkan kualitas intelektual mahasiswa FK UM Metro yang peka terhadap perkembangan teknologi global. Melalui pencapaian ini, Hayu tidak hanya membawa pulang penghargaan, tetapi juga mengharumkan nama almamater di tingkat nasional sebagai institusi yang melahirkan dokter dan ilmuwan inovatif.
Selamat kepada Hayu Salma My Bittang. Teruslah berkarya dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa. (RJ/Admin FK)