Prestasi

Admin 23 May 2026

Membanggakan, Lewat Inovasi Plester Jerawat dari Limbah Kulit Pisang Kepok, Tim S1 Kedokteran FK UM Metro Sukses Tembus Pendanaan PKM-RE 2026

FK UM METRO – Sebuah torehan prestasi yang tidak hanya membanggakan, tetapi juga sarat akan inovasi lingkungan dan medis, berhasil diukir oleh civitas akademika Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Metro. Di tengah ketatnya persaingan ilmiah tingkat nasional, tim mahasiswa dari Program Studi S1 Kedokteran FK UM Metro dinyatakan lolos dan berhasil meraih pendanaan bergengsi dalam Program Kreativitas Mahasiswa Tahun 2026 untuk bidang Riset Eksakta (PKM-RE).

Kabar segar ini menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa kedokteran tidak hanya terpaku pada teks akademik di ruang kuliah, melainkan mampu melompat jauh ke laboratorium untuk melahirkan solusi nyata bagi masyarakat.

Dipimpin oleh Hayu Salma My Bittang sebagai ketua kelompok, tim peneliti muda ini membawa sebuah gagasan mutakhir yang sangat dekat dengan problem estetika dan kesehatan kulit yang sering dihadapi anak muda: jerawat. Di bawah bimbingan dan kawalan penuh dari dosen yang tekun, dr. Zulaika Nur Afifah, S.Ked., M.Kes, mereka sukses mengajukan riset mendalam berjudul: “Karakterisasi Hidrokolloid Acne Patch Berbasis Kitosan dengan Ekstrak Limbah Kulit Pisang Kepok (Musa paradisiaca) sebagai Antibakteri terhadap Cutibacterium acnes”.

Jika biasanya kulit pisang kepok berakhir begitu saja di tempat sampah setelah daging buahnya diolah menjadi camilan khas, di tangan Hayu Salma dan timnya, limbah tersebut justru dipandang sebagai "emas hijau" yang tersembunyi. Ide riset ini lahir dari sebuah kepekaan sederhana namun kritis terhadap lingkungan sekitar Kota Metro yang kaya akan komoditas pisang.

Secara ilmiah, kulit pisang kepok (Musa paradisiaca) ternyata menyimpan senyawa aktif alami yang memiliki potensi besar sebagai agen antibakteri. Berangkat dari fakta tersebut, tim FK UM Metro mencoba mengolaborasikannya dengan kitosan sebuah polimer alami yang terkenal ramah di kulit untuk diformulasikan menjadi hydrocolloid acne patch atau yang akrab kita kenal sebagai plester jerawat.

Target utamanya sangat spesifik dan solutif, yaitu menguji efektivitas plester berbasis limbah ini dalam melawan bakteri Cutibacterium acnes, salah satu mikroorganisme utama yang memicu peradangan hebat pada jerawat. Keunggulan riset ini terletak pada konsep ganda yang diusungnya: menawarkan alternatif penyembuhan jerawat yang lebih alami dan minim efek samping, sekaligus mendukung gerakan zero waste dengan mendaur ulang limbah lokal menjadi produk biomedis bernilai tinggi.

Keberhasilan luar biasa ini langsung disambut dengan senyum sumringah dan rasa syukur yang mendalam oleh pimpinan fakultas. Dekan Fakultas Kedokteran UM Metro. dr. Windi Pertiwi, MMR, tidak dapat menyembunyikan rasa bangganya saat mendengar kabar kelolosan tim PKM-RE ini di tingkat nasional.

Menurut dr. Windi, pencapaian ini adalah buah manis dari konsistensi fakultas dalam membangun ekosistem riset yang berkualitas, sekaligus bukti bahwa mahasiswa FK UM Metro memiliki daya saing yang tinggi.

"Kami di jajaran pimpinan fakultas merasa sangat bangga dan memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Hayu Salma beserta tim, serta dr. Zulaika sebagai dosen pembimbing. Kelolosan ini bukan sekadar tentang memenangkan pendanaan, tetapi tentang bagaimana mahasiswa kita mampu melihat sebuah masalah di lingkungan sekitar seperti limbah kulit pisang lalu mengubahnya menjadi sebuah inovasi medis yang solutif melalui pendekatan ilmiah," ungkap dr. Windi Pertiwi, MMR dengan penuh binar kebahagiaan.

Lebih lanjut, dr. Windi menegaskan bahwa pihak fakultas akan memberikan dukungan penuh, baik dalam hal fasilitas laboratorium maupun pendampingan moril, agar penelitian ini dapat berjalan optimal hingga selesai.

Dibalik proposal yang solid dan berhasil memikat hati para penguji dari Direktorat Belmawa Kemendikbudristek ini, ada proses diskusi, kerja keras, dan malam-malam panjang yang dihabiskan di laboratorium. Dukungan tanpa henti dari dr. Zulaika Nur Afifah, S.Ked., M.Kes selaku dosen pembimbing menjadi kompas utama yang mengarahkan ketajaman metodologi penelitian tim ini.

dr. Zulaika mengungkapkan rasa syukur dan apresiasi yang mendalam atas dedikasi luar biasa yang ditunjukkan oleh anak-anak bimbingannya sejak awal pembentukan ide.

"Apresiasi tertinggi untuk Hayu Salma dan seluruh anggota tim. Lolosnya pendanaan PKM-RE tahun 2026 ini barulah babak awal dari perjuangan yang sesungguhnya. Ini adalah gerbang pembuka bagi mereka untuk membuktikan bahwa riset mahasiswa kedokteran UM Metro tidak hanya kuat secara teori, tetapi juga adaptif dan aplikatif dalam memanfaatkan potensi bahan alam lokal bagi dunia kesehatan," ungkap dr. Zulaika dengan penuh optimisme.

Keberhasilan ini pun disambut dengan riuh rasa bangga oleh seluruh keluarga besar FK UM Metro. Prestasi ini kian mengukuhkan posisi fakultas sebagai rahim bagi lahirnya peneliti-peneliti muda yang kompetitif dan peka terhadap perkembangan sains modern.

Dengan dikucurkannya pendanaan resmi ini, Hayu Salma beserta timnya akan segera tancap gas memasuki fase krusial berikutnya, yaitu karakterisasi dan pengujian laboratorium yang intensif. Target besar sudah membentang di depan mata: menyajikan data riset yang valid, menciptakan prototipe plester jerawat yang efektif, dan melenggang mantap membawa nama FK UM Metro ke ajang ilmiah paling bergengsi di tanah air, Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS).

Selamat berjuang untuk Tim PKM-RE S1 Kedokteran FK UM Metro. Semoga riset ini berjalan lancar dan memberikan kemaslahatan luas bagi dunia ilmu pengetahuan dan masyarakat. (RJ/Admin FK)