

METRO – Semangat kreativitas mahasiswa Kedokteran Universitas Muhammadiyah (UM) Metro kembali membuahkan hasil manis di kancah nasional. Melalui ajang EXIT MRC 2026 yang dihelat di Universitas Andalas, Padang, tim delegasi dari FK UM Metro sukses mengamankan posisi Top 6 Nasional dalam kategori Lomba Poster Publik.
Prestasi ini menjadi angin segar bagi civitas akademika UM Metro, sekaligus membuktikan bahwa mahasiswa kedokteran dari Lampung mampu bersaing ketat dengan institusi medis ternama lainnya di seluruh Indonesia.
Mengangkat Kearifan Lokal Lewat "Si Hijau"
Dalam kompetisi yang menuntut ketajaman analisis dan kreativitas visual ini, tim FK UM Metro membawakan karya berjudul:
"Hempas Nyeri Sendi Rheumatoid Arthritis Dengan Seduhan Si Hijau"
Topik ini dipilih karena relevansinya yang tinggi dengan masalah kesehatan di masyarakat. Rheumatoid Arthritis atau radang sendi kronis seringkali menjadi momok, terutama bagi lansia. Lewat poster tersebut, mereka mengedukasi masyarakat mengenai potensi tanaman herbal yang mereka sebut sebagai "Si Hijau" sebagai alternatif terapi alami yang memiliki basis ilmiah kuat untuk meredakan nyeri sendi.
Keberhasilan ini merupakan buah dari kolaborasi solid antara mahasiswa dan dosen pembimbing. dr. Franz Sinatra Yoga, M.Bmd., selaku dosen pembimbing, menyampaikan rasa bangganya atas etos kerja tim yang dibinanya.
"Sejak awal, saya menekankan kepada tim bahwa poster publik bukan sekadar memindahkan jurnal ke selembar kertas, tapi bagaimana menyederhanakan bahasa medis yang rumit menjadi solusi yang bisa dipahami masyarakat awam. Para mahasiswa ini sangat responsif dalam melakukan riset literatur dan memiliki ketajaman estetika yang luar biasa. Masuknya mereka ke Top 6 adalah apresiasi yang sangat layak atas dedikasi mereka," ujar dr. Franz.
Senada dengan sang dosen, Nusopati Candra B selaku ketua tim, mengungkapkan bahwa perjalanan menuju posisi Top 6 tidaklah instan. Ada proses diskusi panjang dan riset mendalam bersama rekan timnya, Fatimah Zahrotunnabila dan Khaylila Mayfa R. K.
"Jujur, tantangan terberat adalah bagaimana membuat poster yang secara visual menarik tapi tetap akurat secara medis. Kami ingin 'Si Hijau' ini tidak hanya jadi juara di atas kertas, tapi benar-benar bisa jadi literasi bagi mereka yang menderita nyeri sendi. Kemenangan ini kami persembahkan untuk almamater tercinta, FK UM Metro, yang selalu mendukung langkah kami hingga ke Padang," ungkap Nusopati.

Prestasi gemilang ini turut memancing rasa syukur dan bangga dari pucuk pimpinan fakultas. Dekan FK UM Metro memberikan sambutan hangat sekaligus motivasi bagi seluruh mahasiswa agar tidak cepat berpuas diri.
"Prestasi yang diraih oleh Nusopati dan tim di EXIT MRC 2026 Universitas Andalas adalah bukti nyata bahwa FK UM Metro memiliki bibit-bibit unggul yang mampu berbicara banyak di level nasional. Ini bukan sekadar kemenangan kompetisi, tapi bukti bahwa mahasiswa kita mampu menjadi agen edukasi kesehatan bagi masyarakat luas. Saya berharap pencapaian ini menjadi pemantik semangat bagi mahasiswa lain: jangan pernah takut untuk bermimpi besar dan beradu inovasi. Teruslah mengasah diri, karena dokter masa depan bukan hanya mereka yang hebat secara klinis, tapi juga mereka yang kreatif dalam memberikan solusi bagi bangsa," tutur Dekan FK UM Metro.
Pihak fakultas memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh anggota tim dan dosen pembimbing atas dedikasinya. Kemenangan di ranah "Bumi Minang" ini menjadi catatan sejarah baru bagi perjalanan akademis mahasiswa FK UM Metro.
Selamat kepada tim! Teruslah menginspirasi dan membawa nama harum almamater di setiap langkah perjuangan medis selanjutnya.